Tuesday, November 20, 2007

Kenangan Perjalanan

DULU (1981)
BEGITU MUDAH UNTUK PERGI
JALAN-JALAN
DENGAN TAK MENANGGUNG BEBAN

Sampit, Memoar Agustus 1981

KEMUDIAN (1987)
ENAM TAHUN BERLALU
TAK SEMUDAH DULU LAGI
UNTUK PERGI-PERGI
DIKEKANG KEDEWASAAN DIRI

DARI PERJALANAN SEPERTI INILAH
KUCARI KEDEWASAAN DIRI
DAN KUTEMUI IA TERSANGKUT
DI ANTARA SEMAK-SEMAK DAN TEBING TERJAL
DI PINGGIR JURANG-JURANG

Bogor, Memoar Agustus 1987

SETELAH ITU (2002)
LIMA BELAS TAHUN KEMUDIAN
AKU TETAP BERJALAN MENCARI DAN MENCARI
TITIK DIMANA AKU TAK BISA KEMBALI
YANG LAKSANA MELONTARKAN KU KE DALAM WORM HOLE
DALAM SPACE SHIP ADVENTURE KE PLANET TANGKIWOOD
KETIKA KENISCAYAANKU MENJADI NISBI
SEIRING DENGAN KENAIFANKU MENYIKAPI HIDUP

Medan, Memoar September 2002

AKHIRNYA (2007)
SETELAH LIMA TAHUN DALAM KEBIMBANGAN
KUPUTUSKAN UNTUK MENJADI DIRI SENDIRI
MELAKONI HIDUP SEADANYA
MENJADI SEORANG EL-KAPITAN YANG HIDUP DI DUNIA DATAR
BERMAIN DENGAN SEMBILAN KOEFISIEN PENDATARAN
MERDEKA DARI PEKERJAAN
TIDAK LAGI BEKERJA UNTUK UANG
TETAPI MEMBUAT UANG BEKERJA UNTUK KU

Bogor, Memoar November 2007

Gadis Hitam Berambut Putih

Seorang gadis hitam manis
legam seperti pensil 6B
namun matanya bening
namun rambutnya putih
namun hatinya lembut dan penyayang

Seorang gadis putih menawan
lembut seperti susu cap nona
namun matanya tak sebening kaca
namun hatinya tak seputih salju
cuma bisa masak air dan telur
atau indomie tanpa sayur

Sigadis putih itu kini telah pergi
ke satu negeri di luar pikiranku
bersama suaminya
mencari ilmu untuk merubah kulit menjadi hitam
seperti seorang gadis hitam manis
dengan pensil 6B

Seorang gadis putih berambut hitam
kini telah menjadi gadis hitam berambut putih
setelah 40 tahun berpisah
di Indonesia


Bogor, 27 September 1984
Dipostulatkan untuk bertemu pada 27 September 2024

Untuk mengenang IRAN yang menulis memoar:
... if you should go away, I'll write you many letters, if someone try to be my best friend, I'll say: I like you better (1984).

Surat Terakhir untuk Highlander

Untuk Bapak, sesepuh tanah tinggi
Caretaker dari kebun setelah lelah jadi direksi.
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.
Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.
Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga,
maka sungguh ia telah beruntung.
Kehidupan dunia ini tidak lain hanyakah kesenangan yang mempedayakan.
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah
sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.

Untuk ibu, pelaksana kerja tak kenal lelah
Timbunan energi yang akan meledak bila tak disalurkan
Dan merasa sakit-sakitan bila tak bergerak badan.
Masih banyak kerja yang harus dilakukan bukan hanya pada gerak badan
dan urusan-urusan kecil mubazir
Yang sebenarnya tak perlu dilakukan
Seperti memotong ayam dengan pisau jagal sapi
Sehingga ayamnya mati dengan leher putus
Dan tak halal lagi untuk dimakan umat yang percaya akan hal itu.
Duh ibu, tidak kah akan lara hati kita
Melihat anak dan cucu kita memendam duka lara dukana
Di hari raya yang fitrah untuk saling memaafkan lahir dan batin
Harus terusir pulang karena amarah.
Haruskah kita bercermin di air keruh itu lalu meludahi muka sendiri.
Hai jiwa yang tenang …
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Di senja usia yang kian menyeret langkah kita
Mari tegakkan langkah di jalan yang lurus.

Untuk anak lelaki yang seharusnya jadi panutan orang-orang
Yang bekerja penuh semangat giat
Kian terseret langkah kita di jalan sepi ini
Janganlah kita lakukan perbuatan keji mengundang murka sang Pencipta
Banyak nona-nona rupawan yang bisa tersenyum dengan ikhlas
Tapi mereka tak selalu mau memberi kita senyum secara cuma-cuma
Tuhan mencipta semua yang ada dengan seimbang
Kalau pun ada kelainan, itulah batu ujian yang harus ditempuh dan dilewati
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan:
“Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?
Mari kita coba melangkah lagi, menyusuri jalan yang tak sepi
Banyak teman untuk berusaha mencari bahagia yang diridhai-Nya.

Untuk manajer perkebunan, seorang lelaki yang berusaha memberikan kemakmuran pada tanah tinggi
Kita memang bukan robot yang tak kenal lelah
Kita manusia yang butuh makan minum, perhatian dan kasih sayang
Tapi bukan, … bukan karena itu kita harus mundur
Bila tidak kita dapatkan bahagia di hati kita
Kita ini manusia yang sadar punya hati dan cinta,
setelah kenyang diambing ombak kehidupan untuk mencarinya
Akankah kita tinggalkan segala kenyataan yang ada hanya dengan berusaha untuk lupa?
Setelah kita sadar bahwa kita telah lupa
Dan tetap terkungkung di tanah tinggi ini
Pergilah jauh bila memang ingin bebas seperti burung di angkasa
Bila angin terlalu keras, berkepaklah lebih keras
Bebas lepas atau karena kita lupa kita tak pernah belajar terbang dengan keras kita terhempas
Di rumah kita ada kayu-kayu cinta yang telah kering
Jangan biarkan itu tak terkendali membakar rumah tangga
Atau kita membuangnya karena kita memakai kompor saja
Yang suatu waktu bisa meledak dan membakar
Dan meratakan segalanya.

Untuk kerani administrasi,
seorang anak perempuan yang rambutnya selalu tak dikepang
Yang setiap malam menyulut dian asa dan setiap pagi
Mengayun langkah bersimbah peluh
Untuk menggantungkan tinggi-tinggi dian asa yang disulutnya saban malam
Setiap sore
Dengan pena rindu dilukisnya wajah lelaki setengah baya
Di dadanya yang penuh cita ada terselip sebuah desah yang risau
Dan mengapa begitu sukar bagi kita untuk menangkap bentuk resah semacam itu.

Untuk kepala gudang, jejaka tanggung dirundung sepi
Menyimak angka-angka detak hari berlalu dengan setengah hati
Akankah berganti hari-hari sunyi itu bila kita tidak taburi dengan kesabaran
Untuk menempuh pepohonan yang membiru di bukit, di balik emplasemen itu
Senyum senandungmu menyeberang kabut
Di sini, di luar jendela pagi
Dan kau tak perlu teramat sedih karena terlalu sunyi
Karena sunyi itu emasmu.


Tanah Tinggi, Sukabumi 3 Oktober 1986

Memoar Ulang Tahun ke-17

Telah berusia yang ke tujuh belas
Anak kemarin sore
Yang ingin menyambut pagi …
Seperti memanggul pelangi di pundaknya.

Nobody is braver
Nobody is bolder
No one to make something equal it
He come home as easy as
Swinging the rainbow on his shoulder
and the grass on the mountain top
Stood again,
to see him.

Happy anniversary 17th


Sampit, 4 Agustus 1982

Saturday, November 17, 2007

Rahasia Sukses Kepemimpinan di Perusahaan Perkebunan

Oleh: Iyung Pahan*)

I. Kepemimpinan

Organisasi yang hebat hampir selalu memiliki pemimpin yang hebat. Kepemimpinan telah dan mungkin akan selalu menjadi suatu faktor penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan akan kepemimpinan yang efektif dan kesulitan dalam menyediakannya menyebabkan kepemimpinan yang efektif menjadi barang langka yang semakin dicari banyak organisasi. Berdasarkan hasil penelitian Prof. Nohria et al. (2003), seorang CEO memberikan pengaruh 15% dari varian total keuntungan perusahaan atau total pendapatan pemegang saham.

Kepemimpinan adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk menggerakkan sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama dalam minat jangka panjang kelompok-kelompoknya. Secara lebih spesifik, kepemimpinan adalah tanggung jawab untuk memberikan keputusan yang cepat dan mengikat berdasarkan fakta atau kondisi yang terkait dengan bisnis sehingga energi organisasi dapat disatukan dan manfaat keputusan tersebut meningkat.
Kepemimpinan berbeda dengan aktifitas manajer. Kalau berbicara manajemen, kita akan berhadapan dengan issue kompleksitas. Manajemen (pengelolaan) yang baik membawa keteraturan dan konsistensi dengan menggunakan perencanaan yang formal, merancang struktur organisasi yang kaku, dan memonitor hasil dibandingkan dengan rencana. Kepemimpinan, adalah kebalikannya, yaitu berhadapan dengan masalah perubahan. Pimpinan memberikan arahan dengan mengembangkan visi masa depan, kemudian membawa orang dengan mengkomunikasikan visi itu dan mengilhami mereka untuk mengatasi halangan-halangan. Kami melihat bahwa kombinasi praktik kepemimpinan dan manajemen yang kuat sangat dibutuhkan untuk mencapai efektifitas organisasi yang optimum. Sayangnya, kebanyakan perusahaan perkebunan lemah dalam kepimpinan, dan umumnya sangat berlebihan dalam manajemen. Manajemen fokus pada benda-benda yang tidak bergerak, sedangkan kepemimpinan fokus pada peningkatan potensi manusia. Kita tidak bisa mengelola orang untuk berperang. Kita bisa mengelola benda-benda, tetapi untuk berperang kita harus memimpin orang. Dalam konteks perusahaan perkebunan yang padat karya, faktor kepemimpinan dan manajemen harus berada dalam kombinasi yang seimbang dan saling melengkapi.

II. Rahasia Sukses Kepemimpinan di Perusahaan Perkebunan

Perusahaan perkebunan adalah organisasi yang memiliki karakteristik berbeda dengan industri secara keseluruhan, yaitu:

  1. Produk akhir merupakan komoditas (bahan setengah jadi) yang harganya ditentukan oleh mekanisme pasar (supply and demand) dimana produsen tidak memiliki kuasa untuk menentukan harga.
  2. Sangat dipengaruhi oleh iklim.
  3. Bersifat padat karya dan kebanyakan merupakan tenaga kasar dengan tingkat pendidikan rendah.
  4. Merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan areal luas untuk mencapai skala ekonomi.

Efektifitas kepemimpinan bagi seorang pemimpin perusahaan perkebunan dicerminkan pada peningkatan hasil (CPO/ha) dengan unit biaya yang rendah sehingga menghasilkan pertumbuhan nilai pemegang saham yang konsisten. Ketrampilan dan mutu pemimpin akan menentukan sebagian efektifitas kepemimpinannya. Salah satu hal terpenting bagi seorang pemimpin adalah kemampuannya membangun hubungan dengan seluruh tingkatan human capital organisasi, dan mengilhami seluruh tim manajemen untuk melakukan hal yang sama. Pemimpin yang menampilkan dirinya sebagai rekan yang sederajat dan bukan sebagai penguasa, akan meningkatkan sikap positif karyawan yang berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan.

Winning formula kepemimpinan dalam konteks perusahaan perkebunan yang kompleks dapat dikelompokkan menjadi 3 aktifitas utama dan 10 prinsip dasar kepemimpinan (3A + 10P), yaitu:

Aktifitas (3A)

  1. Menyusun Agenda, yaitu menciptakan suatu visi dan strategi dengan mempertimbangkan minat logis dari orang-orang yang terlibat dalam perusahaan. Mungkin banyak agenda yang harus dibuat sesuai dengan prioritas jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
  2. Membangun Jaringan Kerja, yaitu membangun suatu jaringan pelaksanaan yang melibatkan atasan-atasan, teman sekerja, bawahan, dan orang luar untuk melaksanakan strategi. Satu agenda mungkin saja memerlukan satu jaringan kerja.
  3. Menciptakan dan menempatkan sekelompok human capital kunci yang bermotivasi tinggi dalam jaringan kerja, yaitu suatu kelompok yang melibatkan diri untuk membuat visi menjadi suatu kenyataan. Kekosongan human capital pada posisi yang ada di dalam jaringan kerja harus segera diisi sehingga tidak terjadi kekosongan kepemimpinan yang dapat menurunkan efektifitas jaringan kerja.

Prinsip Dasar Kepemimpinan (10P)

  1. Punya komitmen total dan jujur secara moral dan material. Jaga integritas secara mutlak dengan melakukan hal-hal yang benar dan berdiri di garis depan. Anda bisa memimpin dengan menarik human capital ke depan, bukan dengan menekan mereka dari belakang. Keluar dan berdirilah di garis depan supaya anda bisa melihat dan dilihat. Anda tidak hanya akan tahu apa yang terjadi, tetapi human capital yang mengikuti anda akan tahu bahwa anda punya komitmen.
  2. Menguasai teknis pekerjaan secara detail (contoh: dokter), dan kerjakan tugas sebelum diminta. Bawahan tidak peduli kalau anda hebat dalam politik kantoran, mereka ingin anda hebat pada saat menyelesaikan pekerjaan.
  3. Bekerja di atas peraturan. Jika anda tidak mau mengikuti peraturan, tidak akan ada orang yang mau mengikuti anda.
  4. Melakukan kegiatan sehari-hari sesuai profesi, dan tidak terbawa arus yang diminta orang lain karena jabatannya yang sedang populer/lumayan pada saat itu (misalnya terkait dengan agama, suku, dll). Jangan terbawa budaya SARA (suku, agama, ras dan antar golongan). Menjalankan syariat agama adalah kewajiban setiap orang, tetapi usahakan jangan menjadi tokoh/pejabat agama.
  5. Komunikatif dengan bawahan serta mempunyai sifat dan bisa bicara sebagai guru (mengajari dan membimbing).
  6. Jaga kesehatan dan keseimbangan antara hidup dan pekerjaan. Semua yang anda buat akan berakhir ketika kesehatan anda terganggu dan dipanggil Tuhan.
  7. Bekerja spartan dengan bersedia bekerja di mana saja dan tidak dipengaruhi pertimbangan seperti lokasi anak sekolah, istri bekerja, rumah yang sudah dibangun dll.
  8. Banyak memberi pemikiran, pendapat, materi dan harapan. Anda tidak bisa ”sampai ke suatu tempat” sampai anda tahu di mana ”tempat” itu berada, dan biarkan anak buah anda mengetahui tempat itu.
  9. Dukungan keluarga (istri dan anak) sangat membantu keberhasilan kerja. Untuk staf laki-laki, istri harus bisa juga berperan sebagai pemimpin, dan mengatur keluarga/anak-anaknya.
  10. Urus dan perhatikan perencanaan karir anak buah. Jika anda mempedulikan mereka, mereka akan mempedulikan anda. Jika anda tidak mempedulikan mereka, mereka juga tidak akan mempedulikan anda

III. Referensi

Pahan, I. 2004. Kiat Keberhasilan Bisnis Sepanjang Masa. Bagaimana human capital Berperan Dalam Meningkatkan Nilai Para Pemegang Saham. PT Indeks, Kelompok Gramedia. Jakarta. 320p+xxi.

Kotter, J.P. 1990. What Leaders Really Do. Harvard Business Review, May-June:103-111.
_____. 1999. What Effective General Managers Really Do. Harvard Business Review, March-April: 1-12.

Nohria, N., W. Joyce, and B. Roberson. 2003. What Really Works. Harvard Business Review, July:43-52.

Weiss, R.P. 2002. Crisis Leadership. T+D, March:29-33.